Penanganan Dan Pemanfaatan Limbah Organik
![]() |
sumber : www.google.com |
04mart2017 by adi
Hai sobat ? gimana sarapannya hari ini ? masih kurang ? Jangan khawatir,
yuk sarapan bareng sama kita di sini. Karena pada kesempatan kali ini,
menu sarapan kita adalah tentang Penanganan dan Cara Memanfaatkan Limbah Organik dan Anorganik.
Sebagaimana kita ketahui, masalah sampah dan limbah merupakan masalah
yang sangat sulit ditangani. Mengapa demikian ? Banyak hal yang
menyebabkannya begitu sulit dipecahkan dan diselesaikan, salah satunya
ialah karena masalah sampah adalah masalah yang berhubungan dengan
sikap, kebiasaan atau perilaku masing-masing individu. Tentu, masalah
yang seperti itu hanya dapat diselesaikan dengan individu yang
bersangkutan. Jadi kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan
sehat sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Jikasaja tiap-tiap
individu yang ada di Indonesia memiliki kesadaran untuk membuang sampah
pada tempatnya atau bahkan memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya,
saya jamin selain menjadi negara yang maju, Indonesia akan menjadi
negara yang bersih dan bebas pencemaran. Oleh karenanya, saya ingin
membagikan tips memanfaatkan limbah baik itu limbah organik atau
anorganik. Harapannya, dengan dibagikannya artikel ini semoga bisa
memberikan kesadaran kepada masyarakat Indonesia untuk bisa menjaga
kebersihan dan kesehatan lingkungan. Mari disimak.
Pemanfaatan Limbah Organik
Limbah organik dapat dimanfaatkan tanpa proses daur ulang dan ada yang harus melalui proses daur ulang.
Limbah Organik Yang Dapat Dimanfaatkan Tanpa Proses Daur Ulang
Beberapa jenis limbah organik dapat dimanfaatkan secara langsung tanpa proses daur ulang, Contoh :
- Jerami, pohon jagung/daun tebu dan sejenisnya dapat digunakan untuk makanan ternak.
- Serbuk gergaji kayu dan sekam (berambut) dapat digunakan untuk bahan bakar.
- Limbah pabrik tahu digunakan untuk makanan ternak.
- Limbah organik dari restoran dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak.
Pemanfaatan limbah organik secara langsung sangat bermanfaat karena
selain dapat mengurangi biaya produksi, juga dapat mengurangi jumlah
limbah.
Limbah Organik Yang Dapat Dimanfaatkan Melalui Proses Daur Ulang
Limbah organik dapat dimanfaatkan melalui proses daur ulang, misalnya
dengan dibuat kompos, biogas, bahan aktif dan bahan lain yang lebih
bermanfaat.
Komposting
pengomposan selain dapat mengurangi volume sampah sekaligus sebagai
usaha mendapatkan bahan-bahan kompos yang digunakan sebagai pupuk.
Limbah organik oleh organisme diuraikan menjadi bahan anorganik. Agar
pengomposan berjalan dengan baik diperlukan kondisi yang mendukung kerja
mikroorganisme, yaitu campuran yang seimbang dari berbagai komponen,
suhu, kelembapan udara, dan cukup kandungan oksigen.
Keuntungan sistem pengomposan, antara lain sebagai berikut :
- Kompos merupakan jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan.
- Bahan yang dipakai banyak tersedia (tidak perlu membeli).
- Masyarakat dapat membuatnya sendiri (tidak perlu menggunakan peralatan yang mahal).
- Unsur hara dalam kompos ini lebih tahan lama jika dibandingkan dengan pupuk buatan.
Biogas
Biogas adalah gas-gas yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar, yang
dihasilkan dari sampah organik secara anaerobik. Bahan baku biogas bisa
berasal dari kotoran hewan, sisa makanan atau campuran keduanya.
Kelebihan dari biogas antara lain sebagai berikut :
- Mengurangi jumlah limbah.
- Menghemat energi.
- Sumber energi yang tidak merusak lingkungan.
- Nyala api bahan bakar biogas lebih terang atau bersih.
- Residu dari biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk.
Berikut merupakan gambar proses pembuatan biogas dari kotoran sapi.
![]() |
sumber : www.google.com |
Selain cara tersebut, limbah organik juga dapat dimanfaatkan menjadi
bahan lain yang lebih bermanfaat, misalnya sebagai berikut :
- Bulu ayam untuk membuat shuttlecock dan alat pembersih (sulak)
- Tempurung kelapa dan tulang dapat dimanfaatkan untuk membuat arang aktif.
- Sabut kelapa untuk membuat matras.
- Kertas untuk campuran membuat kenteng beton.
Pemanfaatan Limbah Anorganik
Limbah anorganik dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
Limbah anorganik tersebut antara lain berupa kaleng aluminium, besi
baja, pecahan botol kaca, botol, gelas, ember plastik, dan masih banyak
lagi. Semua bahan tersebut dapat dimanfaatkan lagi, akan tetapi harus
diolah terlebih dahulu, yaitu dengan proses sanitary landfill, pembakaran (incineration), ataupun penghancuran (pulverisation).
Selain dengan proses daur ulang, ada pula limbah anorganik yang dapat
dimanfaatkan secara langsung tanpa proses daur ulang, dan mungkin bisa
memiliki nilai jual yang tinggi. Misalnya botol maupun gelas plastik
bekas yang dapat dibuat sebagai mainan anak-anak, sebagai tempat untuk
menanam tanaman, juga hiasan yang lainnya. Atau limbah tekstil berupa
kain perca yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karya
limbah tekstil yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Disamping
itu, pecahan kaca juga dapat dimanfaatkan untuk hiasan dinding atau
lukisan. Dan masih banyak lagi barang-barang bermanfaat yang dihasilkan
dari limbah, semuanya tergantung kepada kesadaran dan kreatifitas kita
sendiri.
Nah, itulah sedikit pembahasan tentang penanganan dan pemanfaatan limbah organik dan anorganik.
Semoga dengan menu sarapan kali ini, timbul kesadaran dari diri sobat
semua untuk dapat menjaga bumi kita tercinta. Ayo semangat GO GREEN, THINK GREEN !!!
Alam akan bersahabat dengan kita, jika memang kita menjadikan alam
sebagai sahabat sejati kita. Jaga alam Indonesia agar tetap hijau, mari
lakukan reboisasi dan penghijauan. Satu pohon yang anda tanam pada hari
ini, akan membawa sejuta manfaat di masa yang akan datang. Terimakasih
dan ingat Jangan Lupa SARAPAN yahh ...!!!
oh iya jangan lupa klik fitur ikuti jika anda menyukai artikel saya dan tidak ingin ketinggalan postingan materi terbaru dan tak kalah menarik oke.......
oh iya jangan lupa klik fitur ikuti jika anda menyukai artikel saya dan tidak ingin ketinggalan postingan materi terbaru dan tak kalah menarik oke.......
0 komentar:
Posting Komentar